Connect with us

Inspirator

SHIFTHINK! (?)

Published

on

Musreza

“Seperti halnya dalam dunia usaha. Business model baru bermunculan dan saat ini sedang menguji ketahanannya. Sementara business model lama yang mainstream dan konvensional mulai ditinggalkan. Terjadilah disrupsi. Semua didigitalisasi, dibuat terintegrasi, terkoneksi dan terotomatisasi. Pekerjaan-pekerjaan yang bisa diambil alih oleh teknologi, perlahan-lahan mulai berkurang dan akan segera punah.” (MUSREZA, ST, Co-Founder & President Commissary of SHIFTHINK!)

Perkembangan teknologi yang sangat cepat saat ini, khususnya di bidang digital, Internet of Think (IoT) dan Artificial Intelligent (AI), telah membawa kita memasuki era Revolusi Industri 4.0.

Banyak perubahan terjadi. Segala bidang kehidupan satu persatu terdisrupsi. Cara dan model-model lama yang mainstream dan konvensional sudah mulai ditinggalkan.

Seperti halnya dalam dunia usaha. Business model baru bermunculan dan saat ini sedang menguji ketahanannya. Sementara business model lama yang mainstream dan konvensional mulai ditinggalkan. Terjadilah disrupsi. Semua didigitalisasi, dibuat terintegrasi, terkoneksi dan terotomatisasi. Pekerjaan-pekerjaan yang bisa diambil alih oleh teknologi, perlahan-lahan mulai berkurang dan akan segera punah.

Perusahaan transportasi umum terbesar di dunia tidak memiliki satu pun mobil, perusahaan media terbesar tidak memproduksi satu pun konten berita, dan jaringan penginapan terbesar tidak membangun satu pun hotel di penjuru dunia yang sangat luas ini.

Ya, dunia sedang dalam proses perpindahan/peralihan dari tatanan dunia lama ke tatanan dunia baru. New Normal. Atau dari era lama ke era baru yang dinamakan Era Disrupsi 4.0. Proses peralihan ini dikenal dengan istilah shifting. Bahkan Rhenald Kasali, Guru Besar Ekonomi UI, menuliskan dalam bukunya, yang berjudul The Great Shifting, bahwa sekarang sedang terjadi peralihan besar-besaran (The Great Shifting).

Banyak perusahaan lambat dalam mengantisipasi shifting besar-besaran ini. Mereka mengira hanya peralihan pola penjualan dari offline ke online saja yang terjadi.  Padahal yang berubah bukan hanya pola penjualan atau belanja konsumen. Tetapi ada perubahan gaya hidup dan perilaku konsumen, yang menyebabkan cara dan model lama yang mainstream dan konvensional tidak relevan lagi. Akhirnya, peluang dari keadaan ini ditangkap oleh startup dengan business model baru yang banyak bermunculan, dan beberapa startup tersebut nilainya tervaluasi sangat fantastis. Bermuncullah istilah startup unicorn, decacorn dan hectacorn yang mengelompokkan startup, yang menjadi perusahaan raksasa, berdasarkan tingkatan nilai valuasinya.

Banyak perusahaan besar di dunia yang ikut beralih/shifting dari perusahaan berbasis produk ke berbasis platform. Seperti Apple, Google, Microsoft, Facebook, Amazon, IBM, Samsung, Intel, Youtube, dll.

Di tahun 2019, data dari Statista, Juli 2020, menunjukkan jumlah pengguna smartphone di Indonesia sebesar 63,3% dari jumlah penduduk. Berdasarkan trendnya yang terus meningkat setiap tahun, diperkirakan di tahun 2025 jumlah pengguna smartphone di Indonesia mendekati 90% dari jumlah penduduk.

Awal tahun 2020 hampir seluruh dunia mulai menghadapi wabah pandemi Covid-19. Aturan dan gaya hidup “dipaksa” berubah. Adanya pandemi Covid-19 ini ikut mengakibatkan terjadinya percepatan dalam proses shifting besar-besaran yang terjadi saat ini.

Ini terbukti, berdasarkan laporan terbaru We Are Social. Pada tahun 2020 disebutkan bahwa ada 175,4 juta pengguna internet di Indonesia. Dibandingkan tahun sebelumnya, ada kenaikan 17% atau 25 juta pengguna internet di negeri ini. Lalu, saat ini mulai marak pula proses digitalisasi di berbagai bidang, dunia usaha, pemerintahan, swasta dan lainnya. Banyak aplikasi/platform digital yang menghadirkan solusi untuk tetap bisa beraktivitas, walau secara online dan terbatas di masa pandemi Covid-19 ini.

Memahami dan menyadari kondisi saat ini seperti yang dipaparkan di atas itulah yang menyebabkan kami terinspirasi dan terpanggil untuk mengambil bagian dari proses peralihan/shifting besar-besaran tersebut, dengan memanfaatkan teknologi digital, Internet of Think (IoT), Artificial Intelligent (AI), kemampuan menganalisis big data dan jiwa muda kami yang sudah terbiasa berpikir dan berdiskusi menghasilkan ide-ide kreatif dan inovatif.

Sehingga kami sepakat mendirikan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang digital creative, yang mampu memproduksi website, aplikasi/platform digital, sistem informasi, dan produk digital lainnya, yang bernama PT SHIFTHINK DIGITAL CREATIVE dengan brand SHIFTHINK!, yang menggambarkan semangat kami berpikir keras untuk menghadirkan solusi bagi permasalahan orang banyak, khususnya dalam menghadapi proses shifting ini, di Era Disrupsi 4.0. New Normal.

Bagi kami teknologi adalah alat untuk mencapai tujuan dan manfaat bagi orang banyak. Kami fokus pada tujuan dan manfaat itu. Tujuan dan manfaat itu secara umum adalah teknologi harus bisa menghadirkan solusi baru yang tepat, efektif dan efisien untuk mempercepat/akselerasi, mempermudah, memperingkas, dan mempermurah sesuatu hal/permasalahan dibandingkan keadaan sebelumnya.

Kami yakin suatu saat nanti, tak lama lagi, kami akan menjadi perusahaan holding company berplatform digital, yang besar, layaknya Alphabet, perusahaan induk Google pada saat ini. Kami akan meng-created startup-startup yang bermanfaat dan menghadirkan solusi dengan business model baru.

Inspirasi Figure

Optimis Menang, Musreza Ambil Formulir Pendaftaran Caketum BPD HIPMI Riau

Published

on

Wakil Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Provinsi Riau (BPD HIPMI Riau) masa bhakti 2017-2021, Musreza, ambil formulir pendaftaran pada pukul 11:50 WIB, Senin, 23 Agustus 2021 di sekretariat panitia Musda XII HIPMI Riau, Jl. Todak, Pekanbaru.

Hari ini merupakan batas akhir pengambilan formulir pendaftaran yang ditetapkan panitia. Sementara batas akhir pengembalian adalah pada hari Rabu, tanggal 25 Agustus 2021 di Hotel Premiere Pekanbaru.

Pada saat pengambilan formulir tersebut, tampak disambut dan diterima dengan baik oleh panitia yang terdiri dari wakil ketua panitia, sekretaris, koordinator pendaftaran, dan anggota panitia lainnya.

Koordinator pendaftaran, Sheliona Pratiwi menjelaskan mengenai persyaratan menjadi caketum BPD HIPMI Riau, yang akan mengikuti proses pemilihan pada Musda XII BPD HIPMI Riau, yang diselenggarakan pada tanggal 25 September 2021 di Pekanbaru. Beliau juga menjelaskan persyaratan mengenai pengambilan formulir.

Setelah memahami dan memenuhi persyaratan pengambilan formulir, panitia diwakili oleh wakil ketua panitia, Setiawan dan didampingi oleh sekretaris panitia, Riko Adinata, menyerahkan secara resmi formulir pendaftaran kepada Musreza.

Musreza yang mengawali usahanya di Tembilahan, Kabupaten INHIL ini menyatakan bahwa dia optimis menang dalam kontestasi pemilihan Ketua Umum BPD HIPMI Riau masa bhakti 2021-2024.

Hal ini bukan tak beralasan. Karena dia mengaku memiliki hubungan emosional dengan banyak BPC Kabupaten/Kota se Provinsi Riau. Kegiatan-kegiatan di BPC seperti Muscab, Diklatcab dan kegiatan-kegiatan lainnya, Musreza yang saat itu sebagai Wakil Ketua Umum dan Ketua Caretaker di beberapa BPC sangat berperan aktif mensukseskan kegiatan-kegiatan tersebut.

“Insya Allah dengan perjuangan bersama, kita optimis menang dalam kontestasi pemilikan Ketua Umum BPD HIPMI Riau ini. Selain memilik hubungan emosional dan selalu berperan aktif mensukseskan kegiatan-kegiatan BPC, saya juga memiliki unit usaha di beberapa daerah di kabupaten/kota seProvinsi Riau dan cukup memiliki wawasan kedaerahan, karena sudah lebih 11 tahun keliling setiap daerah kabupaten/kota se Provinsi Riau, dalam rangka menjalankan tugas organisasi maupun urusan usaha.” Ungkapnya menjelaskan.

Dalam kontestasi ini Musreza membawa tagline “Salam 5 Jari, Riau Bangkit Bersama HIPMI”.

“Ada 5 misi yang telah kita persiapkan untuk diperjuangkan dalam mewujudkan visi terwujudnya pemulihan dan kebangkitan ekonomi paska pandemi khususnya dunia usaha di Riau melalui peran aktif HIPMI. Lebih detail akan kami jelaskan nanti”. Begitu dia menutup statement nya kepada media.

Hingga saat ini, pukul 16:10 WIB, tidak ada tampak lagi kader HIPMI Riau yang mengambil formulir. Sementara pukul panitia sejak awal sudah menjelaskan bahwa penutupan pengambilan formulir berakhir di pukul 16:00 WIB, sore ini.

Continue Reading

Inspirator

PERAN PENGUSAHA MUDA DALAM PENGELOLAAN BLOK ROKAN

Published

on

Inspiratif.id – Jumlah penduduk Provinsi Riau pada Tahun 2020 berdasarkan hasil sensus penduduk 2020 adalah 6,39 juta jiwa. Dari hasil sensus tersebut, komposisi usia produktif (15-64 tahun) penduduk Provinsi Riau adalah 69,92% yang terdiri dari 43,4% usia muda (15-39 tahun) dan 26,5% usia tua (40-64 tahun).

Besarkan penduduk yang berusia muda, tentunya harus mendapat perhatian khusus. Menjadi tugas kita bersama, terutama pemerintah, yaitu bagaimana mengurangi pengangguran di usia tersebut sehingga di usia muda tersebut didominasi oleh pekerja, pengusaha dan pelajar. Jika tidak pelajar, maka seharusnya profesi penduduk di usia muda adalah pekerja (profesional dan karyawan) dan pengusaha muda. Karena jika tidak salah satu dari profesi itu berarti ia menjadi pengangguran.

Pengambilalihan pengelolaan Blok Rokan kita harapkan mampu menyerap tenaga kerja di usia muda di Provinsi Riau. Provinsi tempat Blok Rokan berada. Namun, selain penduduk usia muda Provinsi Riau ini berperan di dunia kerja, ada pula yang berperan di dunia usaha. Apalagi jika peluang itu diberikan dengan regulasi khusus bagi pengusaha muda.

Jika peluang itu lebih besar dari kapasitas pengusaha mudanya, maka diperlukan pemberdayaan dan pembinaan penduduk usia muda untuk bisa berperan sebagai pengusaha muda. Sehingga penduduk di usia muda tidak hanya diarahkan untuk menjadi pekerja, yang tentunya terbatas, tetapi juga menjadi pengusaha muda. Harapannya pengangguran di Provinsi Riau menjadi berkurang.

Pemberdayaan dan pembinaan ini kita harapkan dari stake holder, khususnya pemerintah dan perusahaan pengelola Blok Rokan. Dana CSR perusahaan bisa diprioritaskan di program ini. Seperti membuat Pusat Pengembangan Pengusaha Muda (Young Entrepreneur Development Center), dengan melibatkan organisasi maupun kelompok masyarakat yang berhubungan dengan pengusaha muda, khususnya yang beranggotakan anak-anak muda seperti HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) yang ada di Provinsi Riau. HIPMI tidak diragukan lagi diandalkan untuk mengelola Pusat Pengembangan Pengusaha Muda itu. Karena jaringan dan koneksi HIPMI sangat besar. HIPMI memiliki banyak kader yang sukses di dunia usaha maupun birokrasi, perpolitikan dan posisi penting di Indonesia, seperti Sandiaga Uno (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ), M. Lutfi (Menteri Perdagangan), Erick Thohir (Menteri BUMN), Bahlil Lahadalia (Kepala BKPM), dan masih banyak lainnya, baik di pusat maupun di daerah, seperti di Provinsi Riau. Bahkan Bapak Jokowi, Presiden Indonesia pun pernah aktif di organisasi HIPMI ini ketika beliau memulai usahanya di Solo.

Dimulai dari Riau, Pusat Pengembangan Pengusaha Muda akan menjadi contoh bagi daerah lain. Organisasi HIPMI ada di semua daerah di negara Republik Indonesia. Sehingga jika HIPMI yang mengelola program ini, maka  akan terjadi akselerasi dalam mewujudkannya di seluruh daerah di Indonesia.

Jika pengusaha muda dilibatkan perannya dalam pengelolaan Blok Rokan, khususnya di pengadaan barang dan jasa, maka akan banyak anak-anak muda yang ikut serta. Efeknya, akan banyak pula tenaga kerja yang dibutuhkan sehingga mengurangi pengangguran, khususnya penduduk berusia muda di Provinsi Riau.

Pengusaha muda adalah pengusaha pemula yang sering dipersepsikan sebagai pengusaha yang belum berpengalaman. Namun, perlu dicatat bahwa pengusaha muda memiliki idealisme yang lebih tinggi, lebih optimis dan lebih bersemangat. Pengusaha muda juga lebih memahami teknologi terkini, yang menyebabkan terjadinya revolusi industri 4.0.

Pengusaha muda hampir 100% terdiri dari pengusaha mikro, kecil hingga menengah (UMKM). BKPM menyebutkan bahwa, pada tahun 2019, UMKM adalah penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar, yaitu 61,7%. Menyumbang 58% dari total investasi di Indonesia dan berkontribusi menyerap tenaga kerja 97%.

Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, omset usaha mikro paling banyak sebesar 300 jt pertahun, usaha kecil 2,5 milyar pertahun dan usaha menengah paling banyak sebesar 50 milyar pertahun. Sedangkan berdasarkan aturan perpajakan, UMKM akan diberikan keringanan berupa pajak Pph final UMKM sebesar 0,5% dari perputaran bruto/omset, bahkan saat ini mendapatkan insentif penghapusan Pph final dengan syarat dan ketentuan yang diatur. UMKM yang dimaksud dalam ketentuan perpajakan ini adalah UMKM dengan peredaran bruto/omset paling besar 4,8 milyar pertahun.

Dari UU dan ketentuan perpajakan tersebut, dapat diusulkan untuk pengadaan barang dan jasa yang bernilai 50 milyar ke bawah diberikan kepada UMKM khususnya Pengusaha Muda dengan catatan batas tebesar/plafon bagi 1 badan usaha paling banyak 50 milyar pertahun. Lalu dikelompokkan lagi untuk pengadaan barang dan jasa dengan nilai 400 juta ke bawah, dengan plafon bagi 1 badan usaha/perorangan paling banyak 4,8 milyar pertahun, dengan sistem pengadaan langsung (PL) dan sistem aturan lainnya, yang jauh lebih mudah.

Untuk percepatan terealisasinya sistem pengadaan barang dan jasa dalam pengelolaan Blok Rokan yang dikhususkan bagi pengusaha muda di Provinsi Riau, perlu penerapan teknologi, khususnya Teknologi Informasi dan digital, atau yang biasa kita istilahkan dengan digitalisasi.

Selain untuk percepatan, digitalilasi sistem pengadaan ini akan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Menciptakan persaingan usaha yang sehat, efisiensi proses pengadaan, mendukung proses monitoring dan audit, dan memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time.

Digitalisasi tersebut dapat berupa platform digital e-procurement dan e-catalog seperti yang telah diterapkan di sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Pembuatan platform digital e-procurement dan e-catalog ini sanggup dibuat oleh pengusaha muda yang ada di Riau. Karena sudah ada pengusaha muda di Riau yang memiliki perusahaan yang bergerak khusus di bidang digitalisasi/pembuatan platform digital.

Upstream Project Leader PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Feri Sri Wibowo menjabarkan pada siaran pers yang dilakukannya pada tanggal 3 Maret 2021, bahwa ada empat komitmen Pertamina dalam pengelolaan Blok Rokan. Pertama, Pertamina berkomitmen memberikan kontribusi dari hasil Blok Rokan terhadap Pendapatan Bagi Hasil Daerah. Kedua, Pertamina berkomitmen bahwa badan usaha milik daerah berhak atas 10 persen PI Blok Rokan berdasarkan Kepmen ESDM 1923 K/10/MEM/2018.

Ketiga, kegiatan operasional Blok Rokan akan melibatkan partisipasi perusahaan lokal  baik dalam bentuk barang, jasa, maupun tenaga kerja. Dengan cara itu, Pertamina berharap bisa turut  menggerakkan keekonomian masyarakat Riau.

Keempat, kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan akan bersinergi dengan pemerintah daerah agar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan.

Dari penjabaran Upstream Project Leader PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), pengusaha muda dapat berperan di poin ketiga, yaitu sebagai perusahaan lokal yang berpartispasi dalam bentuk pengadaan barang dan jasa maupun tenaga kerja.

Namun diharapkan bagi pengusaha muda lokal diberikan porsi penganggaran pengadaan barang dan jasa seperti yang kami usulkan di atas dan dilibatkan pula perannya di poin ke empat, khususnya mengelola kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan dalam hal pemberdayaan dan pembinaan pengusaha muda dengan membentuk Pusat Pengembangan Pengusaha Muda (Young Entrepreneur Development Center).

Penulis :

MUSREZA, ST

  • Wakil Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Provinsi Riau (BPD HIPMI Riau) 2017-2020
  • Ketua Relawan Pengusaha Muda Indonesia (REPNAS) Provinsi Riau

Continue Reading

Inspirator

SEMANGAT MENGHADIRKAN SOLUSI

Published

on

“Nadiem Makarim bukan ahli transportasi, tetapi dia mampu menghadirkan solusi bagi masalah transportasi kota karena dia berpikir dan melihat dengan cara dan sudut pandang yang berbeda.” (Musreza, Co-Founder & President Commissioner of SHIFTHINK!)

Dulu, sebelum ada SpaceX nya Elon Musk, untuk mengorbitkan satelit di luar angkasa biayanya sangat mahal. Ini dikarenakan selama ini hampir dimonopoli oleh NASA dan juga karena penggunaan roket yang hanya bisa dipakai sekali peluncuran saja dan kemudian dibuang di luar angkasa, menjadi sampah luar angkasa. SpaceX hadir memberi solusi pengorbitan satelit ke luar angkasa dengan biaya yang lebih murah. NASA yang notabene kompetitornya malah ikut berinvestasi di SpaceX. Begitulah bisnis.

Mengapa bisa lebih murah? Karena roket yang dibuat oleh SpaceX didesign untuk bisa dipakai berulangkali. Bulan Juni Tahun 2020 lalu saja, roket milik SpaceX, Falcon 9 telah melakukan penerbangan yang kelima kalinya. Roket Falcon 9 ini pula lah yang pada tahun 2018 membawa satelit Telkom 4 atau satelit Merah Putih mengorbit di luar angkasa, di 108 derajat Bujur Timur (108 BT). Hebatnya lagi, sambil roketnya di”cater” membawa satelit klien untuk di orbitkan di luar angkasa, SpaceX sekaligus membawa kargo yang berisi puluhan satelit mini, bernama Starlink buatannya untuk diorbitkan di luar angkasa. Hingga saat ini ada sekitar 1000 mini satelit Starlink yang beroperasi di orbit rendah bumi.

Untuk apa Starlink ini? Lagi-lagi ini adalah solusi yang dihadirkan Elon Musk untuk menghasilkan internet berkecepatan tinggi, 1 Gbps (Gigabit per detik) dan menjangkau milyaran orang yang masih kekurangan akses internet karena keterbatasan menara/tower BTS (Base Transceiver Station) atau internet kabel. Sehingga dapat kita katakan ini adalah “tower langit” BTS, yang mengawang tanpa tiang. Mau di tengah lautan samudra pun kita akan bisa mengakses internet dengan cepat.

Itu prolog yang saya sampaikan tentang beberapa solusi yang dihadirkan bagi permasalahan yang kita hadapi di dunia ini. Itu baru dari sosok yang bernama Elon Musk saja, belum yang lainnya. Pun, itu baru 2 solusi besar yang saya ceritakan dari Elonk Musk. Masih ada solusi-solusi lain yang dihadirkannya. Yang telah berjalan, sedang mulai berjalan maupun yang masih dalam tahapan riset. Mungkin selama ini yang sering kita dengar adalah mobil listrik Tesla nya. Padahal ada Paypal, SpaceX, Starlink, dan yang paling “gila” ada Neuralink. Perusahaan Neuroteknologi yang sedang mengembangkan proyek mengimplan otak dan menanamkan chip di otak sehingga dapat terhubung dengan komputer. Ini juga diklaimnya bisa menghadirkan solusi untuk mengatasi penyakit degeneratif (penurunan fungsi tubuh akibat penuaan seperti alzheimer). Dan tentunya banyak solusi-solusi yang dapat dihadirkan dari pengembangan teknologi ini.

Ahh.. Gak akan ada habisnya jika saya teruskan cerita tentang Elon Musk ini. Jangan heran jika dia akhirnya menjadi orang terkaya nomor 1 di dunia. Saya menjulukinya manusia dari masa depan. Tony Stark yang sebenarnya (sosok yang menjadi Iron Man di komik Marvel, red). Ya, saya pengagum beratnya.

Kita lanjut saja ke solusi besar lainnya, yang kehadirannya membawa perubahan besar. Membuat disrupsi di bidangnya.

Keterbukaan informasi membuat orang menjadi tahu banyak hal tentang belahan dunia lainnya selain negara atau daerah tempat tinggalnya. Kemudian muncullah keinginan bepergian ke tempat-tempat yang menarik dari informasi yang didapatkan itu. Namun biaya yang besar menjadi kendala sehingga banyak yang mengurungkan niatnya. Seperti tentang penginapan. Sebelum memutuskan pergi sudah terbayang mahalnya biaya ini.

Adalah Brian Chesky dan rekannya Joe Gebbia yang awalnya mencari penghasilan tambahan untuk membayar sewa apatemennya dengan menyisihkan ruang dari apartemennya tersebut untuk dijadikan penginapan darurat dengan air bed/kasur angin sebagai tempat tidurnya dan menyediakan sarapan seadanya Air Bed and Breakfast. Ya, darurat. Karena pada saat itu penginapan sedang langka akibat konferensi desain di San Francisco, kota tempat mereka tinggal. Solusi ini dikembangkannya dengan mengajak orang di seluruh dunia mengikuti apa yang dilakukannya. Jadilah Air BnB, sebuah startup yang bergerak di bidang akomodasi tanpa memiliki fisik hotel/penginapan.

Banyak orang memiliki kamar kosong yang tidak terpakai di rumahnya, sementara pemilik rumah butuh penghasilan tambahan. Air BnB hadir memberikan solusi dengan prinsip sharing economy. Kamar orang tersebut bisa dimonetisasi menjadi penginapan dengan tidak perlu mengeluarkan biaya layaknya hotel. Cukup mendaftarkan kamarnya dan mengikuti aturan yang telah ditentukan.

Sementara itu banyak pula orang yang butuh menginap sebentar saja. Atau tidak mau mengeluarkan budget yang besar buat sekedar menginap untuk tidur dan beristirahat sebentar. Air BnB hadir memberi solusi, menjembatani orang yang butuh penginapan murah, aman dan mudah pemesanannya dengan orang yang bersedia menyewakan kamar yang dimilikinya untuk mendapatkan penghasilan tambahan tanpa mengeluarkan biaya layaknya hotel. Memonetisasi sumber daya yang mereka miliki. Prinsip sharing economy yang diusungnya memungkinkan untuk memberikan solusi itu.

“Kalau kita berpikir keras untuk mencari ide hebat, kita tidak akan mendapatkan ide hebat itu. Kalau mau mendapatkan ide hebat, cari saja solusi buat masalah yang ada di kehidupan kita” (Brian Chesky, CEO AirBnB).

Di dalam negeri, kita memliki tokoh yang tak kalah menghadirkan solusi besar. Salah satu nya adalah Nadiem Makarim, yang saat ini dipercaya presiden Jokowi menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Beliau berhasil membesarkan Gojek sehingga menempati peringkat pertama startup dengan nilai valuasi terbesar di Indonesia. Perusahaan yang menyediakan layanan transportasi online ini mencatatkan valuasi sebesar 10 miliar dolar AS.

Nadiem Makarim bukan ahli transportasi, tetapi dia mampu menghadirkan solusi bagi masalah transportasi kota karena dia berpikir dan melihat dengan cara dan sudut pandang yang berbeda.

Masih banyak solusi-solusi besar yang dihadirkan, baik dari tokoh dalam negeri maupun luar negeri. Tokoh-tokoh itu menjadi tokoh karena menghadirkan solusi. Ini artinya, jika kita bisa menghadirkan solusi maka kita akan menjadi tokoh berikutnya.

Saya menemukan kalimat yang menginspirasi dari percakapan seorang tokoh dalam film animasi berjudul Big Hero 6. Seorang kakak bernama Tadasi Hamada menyemangati adiknya dengan mengatakan : “Shake things up! Use that big brain of your to think your way out! Look for a new angle!”

Ya, kita punya otak yang memiliki kemampuan berpikir. Berpikir keraslah dengan otak yang kita miliki untuk mencari solusi dari sebuah permasalahan. Lalu coba lah berpikir dan melihat dari sudut pandang yang berbeda. Berpikir out of the box. Yakinlah, kita akan bisa menghadirkan solusi bagi permasalahan orang banyak. Solusi bagi kehidupan dunia.

Masalah sudah ada, bahkan banyak. Tugas kita bukan menambah masalah, tetapi tugas kita adalah menghadirkan solusi. Dengan menghadirkan solusi, siapa sangka kelak kita akan menjadi tokoh sekelas Elon Musk, Brian Chesky maupun Nadiem Makarim seperti yang saya ceritakan di atas.

Continue Reading

Trending