Connect with us

Inspirasi Startup

KISAH AMANDA COLE PEMILIK STARTUP SAYURBOX SUKSES JUALAN SAYUR!

Published

on

Inspiratif.id – Kehadiran startup digital di Indonesia saat ini memang sangat membantu masyarakat dalam urusan berbelanja. Salah satunya, membeli buah-buahan dan sayuran online melalui Sayurbox yang dirintis oleh Amanda Cole.

Amanda Cole dikenal sebagai salah satu sosok wanita muda yang kreatif dan inspiratif. Saat ini, di usia yang masih menginjak 30 tahun, pemilik nama lengkap Amanda Susanti Cole itu telah sukses membuka peluang bisnis baru yang tak terpikirkan oleh banyak orang sebelumnya.

Amanda bersama dengan startupnya mengupayakan para petani yang ada di Indonesia untuk menjual hasil panennya berupa sayur-sayuran, serta buah-buahan secara digital. Sebab, saat ini masyarakat lebih memilih untuk membeli berbagai kebutuhannya secara online.

Melalui inovasi startupnya menjual hasil panen para petani secara daring, Amanda Cole selaku founder Sayurbox sukses masuk pada daftar Forbes kategori 30 Under 30 Forbes di Industri, Manufacturing dan Energy 2019 lalu.

Kemudian, Forbes memberikan penghargaan kepada Amanda karena bisnis Sayurbox yang didirikannya dinilai telah memberikan pengaruh secara signifikan untuk masyarakat Indonesia. Jadi tidak heran, jika perempuan berdarah Indonesia-Inggris itu menuai prestasi berkat inovasinya dengan memperjualkan sayuran serta buah-buahan segar melalui Sayurbox.

Berikut perjalanan Amanda Cole membangun serta membesarkan Sayurbox? Yuk, kita simak ulasannya dibawah ini!

PERJALANAN AMANDA COLE KETIKA MENDIRIKAN SAYURBOX

Sebelum Amanda Cole mendirikan Sayurbox, Ia bekerja di salah satu perusahaan swasta. Selang beberapa waktu kemudian, beliau memutuskan untuk membangun usaha perkebunan bersama beberapa orang temannya.

Namun, bisnis perkebunan yang ia garap pada saat itu yakni menjual berbagai macam tanaman yang bukan asli dari Indonesia dan hasil panennya didistribusikan ke restoran fine dining.

Setelah beberapa waktu menekuni terjun di bisnis startup digital ini, Amanda bertemu dengan para petani di Indonesia yang kemudian membuka matanya untuk membantu para petani agar bisa menjual hasil panen dengan jangkauan yang lebih luas, yaitu secara online.

Sebab, Amanda menemukan berbagai macam permasalahan para petani, di mana mereka kesulitan untuk menjual hasil panennya. Kondisi itulah yang mendorong Amanda untuk menyediakan tempat untuk para petani agar bisa menjual hasil panennya melalui digital.

MENDIRIKAN SAYURBOX SEBAGAI TEMPAT JUALAN PARA PETANI

Setelah banyak berinteraksi langsung dengan para petani di berbagai daerah, dan khususnya petani serta supplier yang ada di daerah tersebut, kemudian Amanda mendirikan Sayurbox agar distribusi jualan mereka lebih mudah masuk ke konsumen. Melihat kesempatan beserta isu sosial yang saat ini sedang terjadi, Amanda bertekad untuk mendirikan Sayurbox sebagai wadah penyelamat para petani lokal.

Dengan idenya yang brilian, Ia ingin sekali menolong para petani untuk mendistribusikan hasil panennya dengan memotong rantai distribusi. Karena Ia melihat rantai distribusi petani di daerah atau supplier daerah terbilang sangat panjang. Kemudian, Ia memikirkan bagaimana caranya, Sayurbox dapat menciptakan efisiensi dalam mendistribusikan hasil petani lokal langsung kepada konsumen.

Dengan menjual barang yang berupa sayur mayur serta buah-buahan yang komplit, langsung ke tangan konsumen atau pembeli. Serta Ia juga telah melihat gaya hidup masyarakat saat ini semakin menghargai sebuah kesehatan ditambah dengan padatnya aktivitas di luar.

Kebayang kan, dengan padatnya jam kerja kamu saat ini, untuk membeli kebutuhan asupan seperti sayur mayur dan buah-buahan gak perlu lagi repot-repot pergi ke pasar. Tinggal klik aplikasinya, pesan, dan barang pesanan pun dapat dikirim sesuai dengan alamat yang dituju. Dengan membeli secara online seperti ini, menjadikan Sayurbox sebagai penolong bagi kebanyakan masyarakat urban.

TIDAK PERNAH TERPIKIRKAN IDENYA MEMBANGUN SAYURBOX MENJADI SESUATU YANG SANGAT BESAR

Perempuan yang berusia 29 tahun tersebut memang tidak pernah terpikir jika pada akhirnya bisnis yang dijalankan-nya memiliki nama dan sebesar seperti saat ini.

Dengan bermodalkan kerja keras dan rasa optimis, Amanda terus belajar bagaimana caranya dapat memimpin sebuah start-up yang mempunyai 80 karyawan.

Usahanya untuk menjadi pemotong rantai panjang pendistribusian hasil panen petani, Sayurbox yang berdiri sejak tahun 2016 ini berhasil memikat hati banyak orang.

Nah, itulah kisah dibalik perjalanan Amanda Cole mendirikan dan membangun Sayurbox sebagai salah satu bisnis yang menguntungkan tapi juga melihat nilai-nilai sosial.

Dengan kehadiran Sayurbox di kalangan masyarakat, memudahkan para petani lokal untuk menjual hasil panennya langsung ke kosumen tanpa melalui rantai distribusi yang sangat panjang. Menginspirasi banget ya sahabat inspiratif.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Inspirasi Startup

KISAH INSPIRATIF EDWARD TIRTANATA CEO DAN JAMES PRANANTO CO-FOUNDER KOPI KENANGAN

Published

on

KISAH INSPIRATIF EDWARD TIRTANATA CEO DAN JAMES PRANANTO CO-FOUNDER KOPI KENANGAN

Haii bagi kamu yang pencinta kopi, pasti pernah mendengar produk Kopi Kenangan bukan?, Tapi mungkin ada sebagian orang yang belum tahu siapa sih orang yang membuat produk Kopi Kenangan?. Ya, orang dibalik Kopi Kenangan tersebut adalah Edward Tirtanata dan James Prananto.

Edward sendiri merupakan CEO Kopi Kenangan, sementara James adalah Co-Founder Kopi Kenangan. Kamu harus tahu lho, bahwa James pernah masuk dalam Forbes 30 Under 30 sebagai salah satu pengusaha muda sukses di Asia Pasifik.

Mereka berdua ialah seorang pengusaha muda yang sukses mendirikan Kopi Kenangan sejak awal Agustus 2017 lalu, Di mana saat itu tujuan mereka adalah memperkenalkan kopi Indonesia kepada masyarakat luas, baik itu dalam negeri maupun luar negeri. Dengan menggunakan branding ‘Kopi Kenangan’ tersebut, James berada di bawah kategori retail dan e-commerce 2019 lalu. Di mana usaha yang mereka bangun ini menjadi besar dengan penggunaan teknologi.

Kisah Edward Tirtanata dan James Prananto

Di dunia ini tidak ada yang namanya bisnis instan, semua membutuhkan proses ketika memulai bisnis. Bahkan untuk meraih sukses tentunya banyak kesulitan.

Edward selalu berpegang teguh pada prinsipnya. Menurut Edward, inti dari sebuah bisnis adalah memberikan solusi dari suatu permasalahan yang ada di lingkungan masyarakat. Untuk memulai bisnis Kopi Kenangan dan memperkenalkannya bahkan hingga dikenal oleh masyarakat luas tidaklah mudah. Mulai dari bagaimana ia memikirkan modal, memikirkan konsep ataupun ide dengan visi yang kuat.

Sampai pada akhirnya, semua yang ia harapkan tercapai tanpa adanya keraguan untuk memulainya. Menurutnya, kunci sukses untuk mendatangkan pelanggan yaitu terletak di bagian strategi branding yang kuat serta konsep yang menarik.

Ide untuk memulai bisnis Kopi Kenangan ini muncul dari pengalaman bisnis yang ia geluti sebelumnya, yakni L&C (Lewis & Carroll Tea). L&C itu sendiri merupakan varian teh dengan harga kisaran angka Rp 40 s/d 60 ribu per cangkirnya. Akan tetapi, untuk Merk yang satu ini dianggap terlalu mahal oleh sebagian besar orang Indonesia. Maka, Edward pun mulai membangun konsep Kopi Kenangan tersebut.

Kopi Kenangan ini lebih fokus pada jenis baru rantai kopi, yang menggabungkan konsep sebuah teknologi dengan bisnis offline ke bisnis online. Bahkan, ia sendiri mengatakan bahwa Kopi Kenangan adalah perusahaan Indonesia pertama yang terhubung dengan aplikasi Go-Food. Yang artinya, Kopi Kenangan ini akan dikolaborasikan ke dalam aplikasi Go-Food, yang memungkinkan untuk dapat mengetahui apa yang disukai ataupun yang diinginkan oleh customer-nya. Di mana dengan hal tersebut dapat menyesuaikan target pemasaran promosinya dengan mudah.

Saat ini, Kopi Kenangan telah berjalan selama tiga tahun. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat kopi juga asli dari Indonesia. Branding dari Kopi Kenangan dianggap sebagai salah satu perusahaan kopi non-waralaba dengan laju pertumbuhan yang tercatat sangat cepat di Indonesia.

Kemudian, Edward dan James  juga mempunyai target untuk membuka 1000 gerai di tahun 2022 yang akan datang. Selain itu, Perusahaan yang telah meraih keuntungan miliyaran ini juga berencana akan mengembangkan usahanya sampai ke seluruh Asia Tenggara, dan memberikan kebanggaan tersendiri sebagai pemain lokal industri kopi.

 

Continue Reading

Inspirasi Startup

KISAH INSPIRATIF ANDREW DARWIS FOUNDER KASKUS

Published

on

Inspiratif.id – Pria kelahiran Jakarta pada tanggal 20 Juli 1979. Ia memulai pendidikan  Sekolah Dasar di SD Tarakanita Pluit Jakarta, lalu melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama di SMP Tarakanita Pluit Jakarta, setelah lulus ia melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Atas di SMA Gandhi National School, Ancol ’98 Jakarta, kemudian di tahun 1998 setelah lulus dari SMA, ia  melajutkan pendidikannya di Universitas Bina Nusantara (BINUS) Jakarta, mengambil jurusan Sistem Informasi.

Setelah lulus dari BINUS, ia mulai mencari universitas lain untuk melanjutkan pendidikannya. Namun, pada saat itu kemajuan teknologi informasi di Indonesia belum seperti sekarang ini, hal itu membuat ia kesulitan mencari universitas yang memiliki fasilitas yang lengkap dalam memenuhi hobi barunya tersebut. Kemudian, akhirnya ia menemukannya melalui informasi yang diberikan oleh salah satu rekannya yang baru saja pulang dari Amerika.

Kemudian, ia berangkat ke Amerika untuk melanjutkan pendidikannya, dan ia menjadi salah satu mahasiswa jurusan Multimedia and Web Desain di Art Institute of Seattle. Ia menyeselesaikan pendidikannya di Art Institute of Seattle pada tahun 2003 lalu, lalu ia melanjutkan pendidikannya di Seattle University mengambil jurusan Master of Computer Science sampai tahun 2006.

Sebelum keberangkatannya ke Amerika kedua orang tuanya tidak setuju dengan keinginannya untuk melanjutkan pendidikannya tersebut. Kedua orang tuanya mengatakan bahwa kuliah di luar negeri akan membutuhkan dana yang banyak, apalagi biaya hidup disana lebih mahal di bandingkan dengan Indonesia.

Berkat keinginannya yang keras, akhirnya ia berhasil untuk meyakinkan kedua orang tuanya, meskipun dengan syarat Andrew harus bisa membiayai biaya hidupnya sendiri di Amerika. Pada akhirnya ia menyanggupi persyaratan tersebut, dan mencari biaya hidup sendiri selama kuliah di Amerika dengan cara bekerja part time. Tepat di tahun 2003 s/d 2008 Andrew mendapatkan pekerjaan sambilan menjadi seorang Web Desainer.

PROSES MENDIRIKAN KASKUS

Ide untuk membuat situs KASKUS ini dimulai ketika Andrew mendapatkan tugas dari salah seorang dosen semasa berkuliah untuk membuat program dari situs gratisan. Alhasil, pada tanggal 6 November 1999 lalu, KASKUS mulai lahir ke dunia maya. Dan sejak saat itulah ia merasa berterima kasih kepada dosen yang telah memberikannya tugas tersebut.

Sejak awal ia mendirikan KASKUS hanya untuk bisa bercerita kepada para pelajar, mahasiswa, dan seluruh masyarakat Indonesia yang ada di luar negeri agar mereka selalu bisa up-to-date pada perkembangan informasi yang terjadi di Indonesia sekaligus untuk mengobati rasa rindu pada tanah air tercinta.

Beliau mengatakan bahwa awal membangun KASKUS ini juga tidak berjalan mulus. Banyak kendala yang ia dihadapi. Ia bersama dua orang rekannya yaitu Ronald dan Budi, ketika membangun KASKUS tidak memiliki dasar jurnalistik yang memadai. Kemudian, mereka memutuskan untuk memuat artikel-artikel tentang Indonesia dengan menerjemahkan berbagai macam artikel berbahasa Inggris dari situs lainnya.

Namun, kendala yang mereka hadapi tidak sampai disitu saja, selama hampir tiga tahun KASKUS tidak mendapatkan keuntungan sama sekali. Ditambah lagi, kedua rekannya itu memutuskan untuk mundur dari KASKUS. Akan tetapi  pada akhirnya ia bertemu dengan sepupunya yaitu Ken Dean Lawadinata, dan mereka terus berjuang untuk melanjutkan serta membesarkan situs yang telah Andrew bangun ini. Dengan kehadiran sepupunya ini memberikan semangat baru untuk KASKUS.

Tepat di tahun 2008, Andrew melihat ada perkembangan internet yang semakin pesat di Indonesia, ia bersama temannya itu bersepakat untuk pulang ke Indonesia untuk mengelola situs komunitas di negerinya sendiri. Setelah ia berhasil pindah ke Jakarta, Mereka kembali saling bekerjasama dalam meningkatkan kinerja bisnis yang sudah mereka dirikan ketika mereka berada di Amerika. Berhubung kala itu Andrew belum mempunyai karyawan, maka ia harus turun tangan sendiri apabila ada server yang down. Bukan hanya itu saja, perjuangannya pun semakin berat ketika ia harus berjuang meyakinkan para customer dan advertiser mengenal citra KASKUS.

Andrew bersama dengan timnya juga berusaha keras dalam melakukan pemasaran kepada para pelanggan untuk memperkenalkan situs KASKUS ini. Kemudian, kurang lebih satu tahun KASKUS sudah dipercaya oleh para pelanggan-pelanggan besar.

Atas perjuangan dan kerja keras Andrew dan timnya, sehingga membuat KASKUS resmi menjadi perusahaan profesional di bawah PT. Darta Media Indonesia. Akan tetapi, menjadi sebuah perusahaan profesional ternyata tidak membuat perjalanan KASKUS menjadi lebih gampang. Jangankan hanya untuk memikat pemasang iklan, untuk mendapatkan member baru saja ternyata sangat susah.

Bahkan ia juga  pernah meminjam uang ratusan juta kepada orang tua Ken untuk membuat sebuah event, namun, tetap tidak mendapatkan hasil yang diinginkannya. Hal lain yang membuat orang tua Ken sampai marah saat itu, Masalah demi masalah pun bermunculan. Selain itu, KASKUS juga dulu sempat ingin ditutup karena dianggap sebagai situs yang menyebarkan pornografi.

Tepat di enam bulan pertama setelah menjadi perusahaan profesional, perkembangan situs KASKUS ini terbilang diam atau tidak mengalami kemajuan. Akan tetapi Andrew dan Ken memiliki semangat, ide dan kreativitas yang membuat mereka tidak berhenti disitu saja. Mereka kembali menemukan ide untuk memfoto para selebritis dengan menggunakan baju KASKUS dan mereka pajang foto tersebut di laman situs KASKUS. Alhasil, KASKUS semakin dikenal dan banyak  pengiklan yang semakin tertarik untuk memasarkan produknya di dalam situs ini.

Hingga saat ini,  KASKUS terus berkembang serta di setiap harinya semakin banyak member yang bergabung bersama situs KASKUS ini. Bahkan banyak juga masyarakat yang percaya untuk datang ke situs ini, guna demi mencari informasi yang mereka butuhkan.

 

Continue Reading

Inspirasi Startup

Kisah Inspiratif di balik Kesuksesan, Sang Founder Tiket.com

Published

on

Inѕріrаtіf.іd – Nаtаlі Ardіаntо lаhіr dі Jаkаrtа 25 Dеѕеmbеr 1980, dі tаhun 2008 tераt ѕаtu tаhun ѕеtеlаh іа luluѕ dаrі Unіvеrѕіtаѕ Indоnеѕіа, Fаkultаѕ Tеknоlоgі Infоrmаѕі, іа bеkеrја ѕаmа dеngаn rеkаnnуа уаknі ѕоftwаrе еngіnееr bеrnаmа Andrі Burmаn, wеb dеvеlореr Dесhе уаng bеrnаmа Pаngеѕtu, dаn brаnd ѕtrаtеgіѕt уаng bеrnаmа Sеlіnа Lіmmаn mеndіrіkаn Urbаnеѕіа.соm, ѕаlаh ѕаtu dіrеktоrі оnlіnе lіfеѕtуlе реrtаmа уаng аdа dі Jаkаrtа.

Akаn tеtарі, раdа tаhun 2010 іа mеmіlіh untuk mеnіnggаlkаn uѕаhаnуа tеrѕеbut kаrеnа іа bеrаnggараn bаhwа tіdаk аdа роtеnѕі Urbаnеѕіа untuk dараt bеrkеmbаng lеbіh luаѕ dі Jаkаrtа. Sеtеlаh dаrі Urbаnеѕіа, іа kеmudіаn mеnсоbа bеkеrја ѕаmа dеngаn tесhnорrеnеur Kеvіn Sаnјоtо dаn Yаnuаr Lutfі untuk mеndіrіkаn Gоlfnеѕіа dі bulаn Junі 2010 lаlu.

Gоlfnеѕіа аdаlаh ѕеbuаh ѕіtuѕ bооkіng оnlіnе lараngаn gоlf реrtаmа уаng аdа dі Indоnеѕіа, аkаn tеtарі Nаtаlі kеmbаlі mеrаѕа bаhwа Indоnеѕіа bukаn lоkаѕі уаng tераt untuk ѕіѕtеm bооkіng оnlіnе lараngаn gоlf kаrеnа kееkѕkluѕіfаnnуа dаn аkhіrnуа іа mеnіnggаlkаn Gоlfnеѕіа. Sааt іnі, Gоlfnеѕіа bеrаdа dаlаm kоndіѕі undеr соnѕtruсtіоn уаng mеnunјukkаn bаhwа ѕіtuѕ уаng ѕаtu іnі аkаn ѕеgеrа bеrаkhіr.

Awаl Mulа Mеrіntіѕ Tіkеt.соm

Sеtеlаh Nаtаlі mеnіnggаlkаn duа ѕіtuѕ уаng tеlаh dіrіntіѕnуа tеrѕеbut, раdа bulаn Aguѕtuѕ 2010, іа kеmudіаn bеrgаbung dеngаn bеbеrара rеkаnnуа уаіtu Dіmаѕ Surуа Yарutrа, Wеnаѕ Aguѕеtіаwаn, dаn Mіkhаеl Gаеrу Undаrѕа dаn mеrеkа mеmulаі реruѕаhааn rіntіѕаn ѕtаrt-uр оnlіnе bеruра ѕіtuѕ реmеѕаnаn оnlіnе dі bіdаng tіkеt реѕаwаt, реrhоtеlаn, kеrеtа арі, hіnggа еvеnt уаng dіbеrі nаmа Tіkеt.соm.

Kеmudіаn, Tіkеt.соm mеnјаlіn kеrја ѕаmа dеngаn PT Kеrеtа Aрі Indоnеѕіа dаn bеbеrара mаѕkараі реnеrbаngаn untuk mеmudаhkаn mаѕуаrаkаt Indоnеѕіа dаlаm mеngаkѕеѕ реmbеlіаn tіkеt mеlаluі ѕіtuѕ іntеrnеt.

Dеngаn bеrаnggараn bаhwа kеѕukѕеѕаn ѕіtuѕ оnlіnе tеrѕеbut tеrlеtаk раdа bаgіаn ѕіѕtеm реmаѕаrаnnуа, mаkа Nаtаlі dаn rеkаn-rеkаnnуа mеnggеnсаrkаn рrоgrаm рrоmоѕіnуа mеlаluі bеrbаgаі mасаm рlаtfоrm реmаѕаrаn уаng rаmаі реngunјungnуа, ѕереrtі іklаn bіllbоаrd, Gооglе AdWоrdѕ, dаn bеbеrара рlаtfоrm реmаѕаrаn bеѕаr lаіnnуа.

Kunсі kеѕukѕеѕаn уаng dіреgаng tеguh оlеhnуа аdаlаh mеngеtаhuі kараn wаktu уаng tераt untuk mеngеluаrkаn uаng ѕеbаgаі іnvеѕtаѕі dаrі bіѕnіѕnуа tеrѕеbut. Iа јugа mеnјеlаѕkаn bаhwа реrlu аdаnуа kоntrоl уаng kеtаt dаlаm mеmbаtаѕі реngеluаrаn dаn ѕеbаіknуа јаngаn mеmulаі іnvеѕtаѕі bаru ѕеbеlum kаmu mеmаnfааtkаn іnvеѕtаѕі аwаl dеngаn ѕеbаіk-bаіknуа.

Mеnurut Nаtаlі, ѕаlаh bеѕаr јіkа kаmu bеrіnvеѕtаѕі tеruѕ-mеnеruѕ untuk mеndараtkаn kеtеrtаrіkаn dаrі раѕаr, уаng раlіng bеnаr іаlаh bаgаіmаnа mеmbuаt реruѕаhааn tеruѕ bеrјаlаn hіnggа 10 tаhun kе dераn tаnра hаruѕ mеmbutuhkаn іnvеѕtаѕі bаru.

Kеѕukѕеѕаn Tіkеt.соm

Sеtеlаh іtu, Tіkеt.соm tеruѕ bеrkеmbаng dаn аkhіrnуа dі tаhun 2013 lаlu, duа tаhun ѕеtеlаh іа rеѕmі mеndіrіkаn Tіkеt.соm, ѕіtuѕ іnі bеrhаѕіl mеrаіh оmzеt hіnggа 13 kаlі lіраt оmzеt tаhun уаng ѕеbеlumnуа.

Akаn tеtарі, hаl іnі tіdаk mеmbuаt Nаtаlі mеnјаdі рuаѕ, іа mеngаtаkаn bаhwа ѕіѕtеm реnеrіmа раnggіlаn уаng mеrеkа gunаkаn bеlum bеrореrаѕі dеngаn ѕаngаt bаіk, ѕеhіnggа аdа ѕеkіtаr 60%  bаhkаn hіnggа 70% раnggіlаn mаѕіh tеrаbаіkаn.

Untuk mеngаtаѕі hаl tеrѕеbut, іа lаngѕung mеngаmbіl ѕоluѕі tеrbаіk уаіtu dеngаn mеmреkеrјаkаn lеbіh bаnуаk оrаng untuk mеngаtаѕі раnggіlаn tеrаbаіkаn tеrѕеbut. Dеngаn аdаnуа реrеkrutаn уаng tеruѕ dіlаkukаn, јumlаh реgаwаі Tіkеt.соm ѕudаh mеnсараі аngkа lеbіh dаrі 150 kаrуаwаn dі tаhun 2014 lаlu.

Mеlіhаt kеѕukѕеѕаnnуа dі bіdаng rеѕеrvаѕі tіkеt hоtеl, реѕаwаt, kеrеtа, dаn lаіn ѕеbаgаіnуа, Tіkеt.соm mаѕіh bеrеnсаnа untuk mеngеmbаngkаn bіѕnіѕnуа іnі kе luаr nеgеrі. Nаtаlі mеngаtаkаn bаhwа Tіkеt.соm аkаn bеkеrја ѕаmа dеngаn nеgаrа-nеgаrа ѕереrtі Auѕtrаlіаn, Chіnа, Hоng Kоng, dаn Mаlауѕіа untuk mеmbukа саbаng реruѕаhааnnуа tеrѕеbut.

Iа јugа реrnаh mеngаtаkаn bаhwа rеnсаnа ѕеlаnјutnуа уаіtu mеnggаrар ѕіѕtеm Inіtіаl Publіс Offеrіng (IPO) untuk mеmbukа јаlаn іnvеѕtаѕі tеrhаdар ѕаhаm kереmіlіkаn Tіkеt.соm dаlаm bеbеrара wаktu tаhun kе dераn.

Dеngаn mеlіhаt kіѕаh ѕukѕеѕ ѕеоrаng Nаtаlі Ardіаntо mаmрu mеmbukаkаn mаtа kіtа bаhwа tіdаk аdа јаlаn mеnuјu kеѕukѕеѕаn ѕеmudаh kіtа mеmbаlіkkаn tеlараk tаngаn. Dіреrlukаn uѕаhа dаn kеrја kеrаѕ уаng bеѕаr untuk bіѕа mеnсараі ѕuаtu tіtіk dіmаnа kеѕukѕеѕаn іtu mulаі munсul.

Continue Reading

Trending